Usaha dan prinsip pesawat sederhana
Hallo.. ketemu sama aku lagi nih. Ini blog aku yang kedua, judulnya usaha dan prinsip pesawat sederhana. Kalian tau nggak sih apa itu usaha? Usaha yaitu besarnya energi yang digunakan gaya untuk memindahkan suatu benda. Usaha dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Usaha bernilai positif, artinya jika arah perpindahan benda searah dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut
2. Usaha bernilai negatif, artinya jika arah perpindahan benda berlawanan dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut.
3. Usaha bernilai nol, artinya jika arah perpindahan benda tegak lurus dengan arah gaya yang bekerja pada benda tersebut.
Besar usaha dapat kita hitung lohh. Caranya dengan rumus W=F×s. Artinya W= usaha yang bersatuan joule, F= gaya yang bersatuan newton, dan s= jarak perpindahan yang bersatuan meter. Contohnya ini nih:
Seseorang mendorong meja di atas lantai yang licin dengan gaya 75N, sehingga menyebabkan meja berpindah sejauh 50cm. Hitunglah besarnya usaha yang dilakukan orang tersebut?
Jawabnya:
Diketahui:
F: 75N
s: 50cm=0,5 m
Ditanya: W?
Jawab:
W=F×s
=75×0,5
=37,5 Joule
Ada juga yang disebut daya. Apa sih daya itu? Daya adalah kecepatan untuk melakukan usaha atau dengan kata lain besarnya usaha yang dilakukan setiap satuan waktu. Daya juga dapat dihitung dengan rumus. Rumusnya yaitu P= W:t (daya= usaha dibagi waktu). P=daya satuannya Watt atau J/s, W=usaha satuannya Joule, t= waktu satuannya sekon. Contohnya ini.
Diketahui:
W: 150 Joule
t : 2 detik atau sekon
Ditanya: P atau daya?
Jawabnya:
P =W:t
P =150:2
P =75 J/s
Sekarang kita masuk ke pesawat sederhana yuk. Apakah yang dimaksud pesawat sederhana itu?.. pesawat sederhana adalah alat-alat yang memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas. Ada apa aja sih pesawat sederhana itu? Pesawat sederhana ada beberapa jenis antara lain:
1. Katrol
Katrol masih ada macamnya lagi yaitu:
a. Katrol tetap: katrol tetap memiliki keuntungan mekanik 1.
b. Katrol bergerak atau katrol bebas: katrol yang memiliki keuntungan mekanik 2.
c. Katrol ganda: katrol yang keuntungan mekanik nya sesuai dengan jumlah tali.
2. Roda berporos
Roda berporos adalah pesawat sederhana yang memiliki dua roda dengan ukuran berbeda yang berputar bersamaan. Gaya kuasa biasanya bekerja pada roda yang besar dan gaya beban bekerja pada roda yang lebih kecil. Penerapan roda berporos pada kehidupan sehari-hari adalah: gear sepeda, kursi roda, mobil, dan sepatu roda.
3. Bidang miring
Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut tertentu sehingga dapat memudahkan gerak benda. Bidang miring memiliki keuntungan mekanik yang dapat dihitung dengan rumus. Rumusnya berikut ini:
Keuntungan mekanik (KM) = W:F atau bisa juga KM= s:h. Artinya KM= keuntungan mekanik, W=berat benda (newton), F= gaya(Newton), s= panjang papan(meter), h=ketinggian (meter).
4. Pengungkit (tuas)
Pengungkit adalah jenis pesawat sederhana yang berfungsi untuk mengungkit. Pengungkit juga ada rumusnya loh. Rumusnya antara lain Lf×F=Lw×w rumus itu untuk mencari gaya atau kuasa. Dan juga keuntungan mekanik, rumusnya KM=Lf:Lw atau KM=W:F. Kedua rumus keuntungan mekanik dapat digunakan sesuai dengan apa yang diketahui di soal. Keterangan nya adalah.
Lf = Lengan kuasa
Lw= lengan beban
F = gaya atau kuasa
w = Beban
Lengan kuasa berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Lengan beban berada di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh:
Diketahui:
Lf = 150cm
Lw= 50cm
w = 600 N
Ditanya:
a. F b. KM
Jawab:
a. Lf×F = Lw×w b. KM= W:F
150×F = 50×600 = 600:200
150×F = 30.000 = 3
F = 30.000:150
F = 200 N
Pengungkit ada 3 macam:
a. Pengungkit jenis pertama: jika titik tumpu berada di antara titik beban dan kuasa.
b. Jenis kedua: jika titik tumpu berada di ujung setelah beban.
c. Jenis ketiga: jika titik tumpu berada di ujung setelah kuasa.
Ada juga prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak manusia. Contoh prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak pada manusia:
a. Tuas jenis pertama: otot leher ketika menengadahkan kepala keatas.
b. Tuas jenis kedua: otot betis ketika mengangkat tubuh ketika bertumpu pada jari-jari kaki.
c. Tuas jenis ketiga: otot lengan ketika mengangkat beban.
Ternyata pada materi IPA fisika juga ada kaitannya dengan IPA biologi. Sampai sini dulu ya... Kapan-kapan lagi kita berjumpa.. da da.. selamat belajar untuk kawan-kawan ku semua.. selamat membaca artikel ku ini.
1. Usaha bernilai positif, artinya jika arah perpindahan benda searah dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut
2. Usaha bernilai negatif, artinya jika arah perpindahan benda berlawanan dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut.
3. Usaha bernilai nol, artinya jika arah perpindahan benda tegak lurus dengan arah gaya yang bekerja pada benda tersebut.
Besar usaha dapat kita hitung lohh. Caranya dengan rumus W=F×s. Artinya W= usaha yang bersatuan joule, F= gaya yang bersatuan newton, dan s= jarak perpindahan yang bersatuan meter. Contohnya ini nih:
Seseorang mendorong meja di atas lantai yang licin dengan gaya 75N, sehingga menyebabkan meja berpindah sejauh 50cm. Hitunglah besarnya usaha yang dilakukan orang tersebut?
Jawabnya:
Diketahui:
F: 75N
s: 50cm=0,5 m
Ditanya: W?
Jawab:
W=F×s
=75×0,5
=37,5 Joule
Ada juga yang disebut daya. Apa sih daya itu? Daya adalah kecepatan untuk melakukan usaha atau dengan kata lain besarnya usaha yang dilakukan setiap satuan waktu. Daya juga dapat dihitung dengan rumus. Rumusnya yaitu P= W:t (daya= usaha dibagi waktu). P=daya satuannya Watt atau J/s, W=usaha satuannya Joule, t= waktu satuannya sekon. Contohnya ini.
Diketahui:
W: 150 Joule
t : 2 detik atau sekon
Ditanya: P atau daya?
Jawabnya:
P =W:t
P =150:2
P =75 J/s
Sekarang kita masuk ke pesawat sederhana yuk. Apakah yang dimaksud pesawat sederhana itu?.. pesawat sederhana adalah alat-alat yang memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas. Ada apa aja sih pesawat sederhana itu? Pesawat sederhana ada beberapa jenis antara lain:
1. Katrol
Katrol masih ada macamnya lagi yaitu:
a. Katrol tetap: katrol tetap memiliki keuntungan mekanik 1.
b. Katrol bergerak atau katrol bebas: katrol yang memiliki keuntungan mekanik 2.
c. Katrol ganda: katrol yang keuntungan mekanik nya sesuai dengan jumlah tali.
2. Roda berporos
Roda berporos adalah pesawat sederhana yang memiliki dua roda dengan ukuran berbeda yang berputar bersamaan. Gaya kuasa biasanya bekerja pada roda yang besar dan gaya beban bekerja pada roda yang lebih kecil. Penerapan roda berporos pada kehidupan sehari-hari adalah: gear sepeda, kursi roda, mobil, dan sepatu roda.
3. Bidang miring
Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut tertentu sehingga dapat memudahkan gerak benda. Bidang miring memiliki keuntungan mekanik yang dapat dihitung dengan rumus. Rumusnya berikut ini:
Keuntungan mekanik (KM) = W:F atau bisa juga KM= s:h. Artinya KM= keuntungan mekanik, W=berat benda (newton), F= gaya(Newton), s= panjang papan(meter), h=ketinggian (meter).
4. Pengungkit (tuas)
Pengungkit adalah jenis pesawat sederhana yang berfungsi untuk mengungkit. Pengungkit juga ada rumusnya loh. Rumusnya antara lain Lf×F=Lw×w rumus itu untuk mencari gaya atau kuasa. Dan juga keuntungan mekanik, rumusnya KM=Lf:Lw atau KM=W:F. Kedua rumus keuntungan mekanik dapat digunakan sesuai dengan apa yang diketahui di soal. Keterangan nya adalah.
Lf = Lengan kuasa
Lw= lengan beban
F = gaya atau kuasa
w = Beban
Lengan kuasa berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Lengan beban berada di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh:
Diketahui:
Lf = 150cm
Lw= 50cm
w = 600 N
Ditanya:
a. F b. KM
Jawab:
a. Lf×F = Lw×w b. KM= W:F
150×F = 50×600 = 600:200
150×F = 30.000 = 3
F = 30.000:150
F = 200 N
Pengungkit ada 3 macam:
a. Pengungkit jenis pertama: jika titik tumpu berada di antara titik beban dan kuasa.
b. Jenis kedua: jika titik tumpu berada di ujung setelah beban.
c. Jenis ketiga: jika titik tumpu berada di ujung setelah kuasa.
Ada juga prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak manusia. Contoh prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak pada manusia:
a. Tuas jenis pertama: otot leher ketika menengadahkan kepala keatas.
b. Tuas jenis kedua: otot betis ketika mengangkat tubuh ketika bertumpu pada jari-jari kaki.
c. Tuas jenis ketiga: otot lengan ketika mengangkat beban.
Ternyata pada materi IPA fisika juga ada kaitannya dengan IPA biologi. Sampai sini dulu ya... Kapan-kapan lagi kita berjumpa.. da da.. selamat belajar untuk kawan-kawan ku semua.. selamat membaca artikel ku ini.
Komentar
Posting Komentar